Pada era digital yang dipenuhi pelbagai trend, ramai individu dilihat cuba menonjolkan bakat, termasuk wanita muslimah yang turut terlibat khususnya dalam tarian.
Artikel Berkaitan: [VIDEO] Adakah Jadi Kafir Yang Joget Yah*di Macam Dalam TikTok? Ini Penjelasan Ustaz Azhar Idrus
Artikel Berkaitan: ‘Baguslah Makin Kurang Yang Terikut Trend Joget Raya, Ibu Bapa Perlu Tegur Anak Jaga Adab’ – Ustaz Wadi Annuar
Hukum wanita menari

Perkara itu kemudiannya menimbulkan persoalan, apakah hukum bagi wanita muslimah menari secara terbuka dan memaparkannya di media sosial?
Menurut Ustaz Farid Nu’man Hasan yang dipetik menerusi laman sesawang Chanel Muslim, tarian sama ada tradisional atau moden lazimnya melibatkan pergerakan tubuh seperti lenggok dan liuk.
Apabila ia dipersembahkan di hadapan umum sehingga menarik perhatian lelaki bukan mahram di situlah timbulnya isu.
Dalam hal ini, terdapat larangan agar wanita tidak memperlihatkan lenggok tubuhnya di hadapan lelaki yang bukan mahram.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum saya lihat sekarang, yaitu kaum yang membawa cemeti (cambuk) seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia.
Dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, menggoyang-goyangkan tubuhnya, memiringkan kepalanya, seperti punuk unta yang miring.
Para wanita itu tidak akan masuk surga, bahkan tidak mendapatkan wanginya surga, padahal wanginya surga itu sudah bisa tercium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim No. 2128)
Berkata Imam Asy Syaukani Rahimahullah:
وَالْإِخْبَارُ بِأَنَّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَأَنَّهُ لَا يَجِدُ رِيحَ الْجَنَّةِ مَعَ أَنَّ رِيحَهَا يُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ وَعِيدٌ شَدِيدٌ يَدُلُّ عَلَى تَحْرِيمِ مَا اشْتَمَلَ عَلَيْهِ الْحَدِيثُ مِنْ صِفَاتِ هَذَيْنِ الصِّنْفَيْنِ
“Dan keterangan ini menunjukkan bahwa orang yang melakukan hal tersebut termasuk golongan ahli neraka, bahkan tidak mendapatkan aroma surga, padahal aroma surga dapat dicium sejak lima ratus tahun perjalanan, itu merupakan ancaman keras yang menunjukkan haramnya perbuatan yang terkandung dalam hadits tersebut yang merupakan sifat-sifat dua kelompok tersebut.” (Imam Asy Syaukani, Nailul Authar, 2/117, Maktabah Ad Da’wah Al Islamiyah)
Tapi, jika tarian dilakukan hanya di hadapan sesama wanita, ia tidak menjadi masalah, dan mempelajarinya juga dibolehkan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah:
لا حرج في الرقص بين النساء خاصة، إذا كان ما في أخلاط بين الرجال لا بأس بالرقص ولا حرج فيه، ولا نعلم فيه بأساً ..
Tidak masalah bagi wanita menari khusus sesama wanita. Jika memang tidak ada di dalamnya kaum laki-laki, tidak apa-apa. Aku tidak ketahui adanya masalah dalam hal ini…
Sumber: Chanel Muslim
The post Trend Menari Makin Menjadi-Jadi, Tapi Ini Hukum Sebenar Untuk Wanita Muslimah first appeared on OHBULAN!.





